Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bazar Sociopreneurship pada 20 Januari 2026 di Gedung Siti Walidah (SW) UNISA Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas kewirausahaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

Bazar Sociopreneurship menghadirkan beragam produk hasil inovasi mahasiswa, mulai dari makanan, minuman, hingga produk kreatif ramah lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata, tetapi juga menekankan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat. Setiap produk yang ditampilkan dirancang dengan mengangkat isu sosial, seperti pengurangan limbah, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Administrasi Publik UNISA Yogyakarta didorong untuk memahami bahwa kewirausahaan dapat menjadi sarana dalam menciptakan solusi atas permasalahan sosial. Konsep sociopreneurship yang diusung menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam proses persiapannya, mahasiswa juga mendapatkan bimbingan dari tim dosen kewirausahaan universitas, yaitu Fitri Maulidah Rahmawati, S.E., M.Si (Dosen Manajemen) dan Avininda Dewi Nindiasari, S.E., M.Ak (Dosen Akuntansi). Pendampingan tersebut mencakup penguatan konsep bisnis, strategi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha agar produk yang dihasilkan mahasiswa memiliki nilai keberlanjutan.

Kegiatan bazar ini juga menjadi media pembelajaran praktik bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan manajemen usaha, komunikasi, serta kolaborasi tim. Diharapkan, pengalaman ini dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan jiwa inovatif dalam menghadapi tantangan masyarakat di masa depan.

Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan Program Studi Administrasi Publik UNISA Yogyakarta, Bhakti Gusti Walinegoro, S.IP., MPP., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa. “Melalui Bazar Sociopreneurship ini, mahasiswa tidak hanya belajar membangun usaha, tetapi juga diajak untuk peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Harapannya, mahasiswa mampu menjadi sociopreneur yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.