Yogyakarta – Program Studi Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertajuk “Statistik Sosial di Era Digital untuk Mendukung Kebijakan Publik” yang menghadirkan narasumber berpengalaman, Lussi Agustin, Direktur PT Cemerlang Statistika Indonesia (StatsMe). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Administrasi Publik sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dalam memahami pemanfaatan data dan statistik untuk perumusan kebijakan publik yang lebih efektif dan berbasis bukti. Lussi dikenal sebagai praktisi statistik dan riset yang memimpin StatsMe, sebuah perusahaan konsultan riset dan analisis data yang telah banyak bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga publik di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Lussi menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah cara pemerintah memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan data sosial. Menurutnya, statistik sosial tidak lagi sekadar menjadi alat pengukuran kondisi masyarakat, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam mendukung proses pengambilan keputusan publik. Kehadiran berbagai sumber data digital, mulai dari media sosial, platform layanan publik, hingga sistem pemerintahan berbasis elektronik, memberikan peluang besar bagi pemerintah untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan komprehensif. Ia menjelaskan bahwa kebijakan publik yang didasarkan pada data yang valid akan lebih mampu menjawab permasalahan sosial secara tepat sasaran.

Lebih lanjut, Lussi menjelaskan bahwa tantangan utama di era digital bukanlah keterbatasan data, melainkan kemampuan dalam mengolah dan menginterpretasikan data tersebut menjadi informasi yang bernilai. Oleh karena itu, aparatur pemerintah dan calon administrator publik dituntut memiliki kemampuan literasi data yang memadai agar dapat menghasilkan kebijakan yang responsif terhadap dinamika masyarakat. Ia juga memberikan berbagai contoh penerapan statistik sosial dalam penyusunan indeks kepuasan masyarakat, evaluasi pelayanan publik, pengukuran kesejahteraan sosial, hingga perencanaan pembangunan daerah yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan kuliah pakar berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai tantangan tata kelola pemerintahan di era digital. Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik UNISA Yogyakarta antusias mengajukan pertanyaan terkait pemanfaatan big data, kecerdasan buatan, dan integrasi data antarinstansi dalam mendukung kebijakan publik. Diskusi tersebut memberikan perspektif baru bahwa pengambilan keputusan di sektor publik harus didukung oleh pendekatan ilmiah dan analisis statistik yang kuat agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Administrasi Publik UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan praktisi dan akademisi yang memiliki pengalaman langsung di lapangan untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya statistik sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan administrasi publik di era transformasi digital.